Cara Menghitung Stok Minimum agar Toko Online Tak Kehabisan Barang
Stok minimum adalah jumlah barang terendah yang harus tetap ada di gudang sebelum kamu memesan ulang. Angkanya dihitung dari rata-rata penjualan harian dikali waktu tunggu pengiriman supplier, ditambah cadangan pengaman. Tanpa angka ini, kamu hanya menebak kapan harus restock dan sering kehabisan barang saat permintaan naik.
Banyak penjual di marketplace baru sadar stoknya kritis setelah produk muncul sebagai “stok habis” atau pesanan telat dikirim. Menghitung batas minimum tidak butuh software mahal, cukup catatan penjualan beberapa minggu dan data dari supplier.
Kenapa stok minimum perlu dihitung
Menjual barang yang stoknya sudah menipis punya dua risiko. Pertama, kamu kehilangan penjualan karena pembeli beralih ke toko lain. Kedua, kamu memesan terlalu banyak saat panik, lalu modal tertahan di barang yang belum tentu laku.
Angka stok minimum memaksa kamu memisahkan dua hal yang sering tercampur: kapan barang harus dipesan dan berapa banyak yang dipesan. Yang pertama soal keamanan, yang kedua soal modal. Keduanya dihitung dengan rumus berbeda.
Kalau kamu belum punya gambaran arus kas untuk membiayai restock, hitung dulu modal awal usaha kecil agar pesanan ulang tidak mengganggu uang operasional lain.
Data yang harus disiapkan sebelum menghitung
Ada empat angka yang kamu perlukan. Semuanya bisa diambil dari dashboard marketplace dan catatan sendiri.
- Rata-rata penjualan harian per SKU, dihitung dari minimal 4 minggu terakhir.
- Waktu tunggu supplier, yaitu jumlah hari sejak pesanan dikirim hingga barang siap dijual lagi.
- Cadangan pengaman, biasanya 20 sampai 50 persen dari kebutuhan selama waktu tunggu.
- Jumlah stok yang sedang dalam perjalanan dari supplier, jika ada.
Untuk penjualan harian, jangan pakai angka dari satu hari terbaik. Ambil total penjualan empat minggu terakhir, bagi 28 hari. Kalau produkmu musiman, hitung ulang setiap bulan dan jangan pakai rata-rata setahun penuh.
Menentukan waktu tunggu supplier dengan benar
Waktu tunggu bukan hanya lama pengiriman. Hitung mulai dari hari kamu mengirim pesanan ke supplier, waktu supplier menyiapkan barang, pengiriman ke gudangmu, sampai barang selesai diperiksa dan siap dijual. Kalau supplier butuh dua hari untuk menyiapkan, pengiriman tiga hari, dan pemeriksaan satu hari, totalnya enam hari.
Tambahkan satu sampai dua hari jika supplier sering terlambat. Data keterlambatan dari tiga pesanan terakhir lebih berguna daripada janji di katalog.
Rumus cara menghitung stok minimum
Rumus dasarnya: stok minimum sama dengan rata-rata penjualan harian dikali waktu tunggu, lalu dikali faktor cadangan pengaman.
Stok minimum = (penjualan harian x waktu tunggu) x (1 + cadangan)
Contoh:
penjualan harian = 12 unit
waktu tunggu = 6 hari
cadangan = 30%
Stok minimum = (12 x 6) x 1,3 = 93,6 → 94 unit
Artinya, ketika stok tersisa 94 unit, kamu harus segera memesan ulang. Angka ini bukan jumlah yang dipesan, hanya pemicu.
Menghitung jumlah pesanan ulang
Setelah tahu titik pemicu, tentukan kuantitas pesanan. Pakai rumus: kebutuhan selama satu siklus pemesanan ditambah cadangan, dikurangi stok yang masih ada dan barang dalam perjalanan.
Jumlah pesan = (penjualan harian x siklus pemesanan) + cadangan - stok ada - stok dalam perjalanan
Siklus pemesanan adalah jarak hari antara satu pesanan dan pesanan berikutnya. Kalau kamu memesan setiap dua minggu, kalikan penjualan harian dengan 14.
Contoh kasus toko perlengkapan dapur
Sebuah toko menjual talenan kayu dengan rata-rata 15 unit per hari. Supplier butuh 8 hari dari pesanan dikirim sampai barang siap dijual. Toko memesan setiap 14 hari dan memakai cadangan 25 persen.
- Stok minimum: (15 x 8) x 1,25 = 150 unit.
- Kebutuhan per siklus: 15 x 14 = 210 unit.
- Jika saat memesan stok tersisa 150 unit dan tidak ada kiriman berjalan, jumlah pesanan: 210 + 38 cadangan – 150 = 98 unit.
Angka ini membuat toko tidak perlu memesan dalam jumlah besar sekaligus, sehingga modal tidak menumpuk di satu SKU. Prinsip yang sama berlaku saat kamu menghitung laba bersih jualan online, karena stok yang mengendap ikut menekan arus kas.
Menyesuaikan angka saat kondisi berubah
Stok minimum bukan angka tetap. Perbarui perhitungan ketika salah satu dari tiga hal ini terjadi: penjualan naik atau turun lebih dari 30 persen dibanding bulan sebelumnya, supplier mengubah lama pengiriman, atau kamu menambah kanal penjualan baru yang menaikkan permintaan.
Untuk produk yang penjualannya melonjak saat promo, pakai penjualan harian selama periode promo sebagai dasar sementara. Setelah promo selesai, kembalikan ke angka normal agar stok tidak menumpuk.
Stok pengaman untuk produk dengan permintaan tidak stabil
Produk fashion dan aksesori biasanya lebih sulit diprediksi daripada produk kebutuhan harian. Untuk kategori ini, naikkan cadangan ke 50 persen dan hitung rata-rata penjualan dari periode terpendek yang masih masuk akal, misalnya dua minggu terakhir.
Jika kamu menitipkan barang di gudang pihak lain, waktu tunggu perlu ditambah karena proses masuk-keluar barang di gudang titipan memakan waktu. Bandingkan dulu pilihan sewa gudang dan titip barang sebelum menetapkan angka final.
Kesalahan yang membuat hitungan meleset
Kesalahan paling umum adalah memakai angka penjualan dari dashboard tanpa memisahkan pesanan yang dibatalkan. Bersihkan data dari pembatalan dan retur sebelum menghitung rata-rata.
Kesalahan kedua, mengabaikan barang dalam perjalanan. Kalau kamu sudah memesan 100 unit dan barang belum tiba, stok minimum efektifmu lebih tinggi dari yang terlihat di sistem. Catat pesanan berjalan secara terpisah.
Kesalahan ketiga, memakai satu angka untuk semua SKU. Produk terlaris dan produk lambat laku punya waktu tunggu dan cadangan berbeda. Hitung per SKU, lalu kelompokkan SKU dengan pola serupa agar tidak terlalu repot.
Stok minimum yang berguna adalah angka yang kamu perbarui, bukan angka yang ditulis sekali lalu dilupakan.
Untuk tim kecil yang mengurus katalog sekaligus konten promosi, mencatat alasan perubahan angka stok membantu orang lain memahami keputusanmu. Prinsip ini mirip dengan menulis brief konten SEO yang jelas untuk tim kecil, yaitu meninggalkan catatan agar pekerjaan tidak diulang dari nol.
Jika kamu memakai iklan untuk mendorong penjualan produk tertentu, siapkan stok tambahan sebelum kampanye berjalan. Biaya iklan yang keluar saat stok habis tetap dihitung sebagai pengeluaran tanpa penjualan. Pelajari cara mengukur biaya iklan per penjualan supaya keputusan menaikkan stok tidak merusak margin.
Bagi yang ingin menyimpan sisa keuntungan usaha dalam instrumen lain, pahami dulu perbedaan saham blue chip dan saham gorengan agar dana restock tetap terpisah dari dana investasi.
Ringkasan
Stok minimum dihitung dari rata-rata penjualan harian, waktu tunggu supplier, dan cadangan pengaman. Angka itu menjadi pemicu untuk memesan ulang, sementara jumlah pesanan dihitung dari kebutuhan satu siklus dikurangi stok yang ada dan barang dalam perjalanan. Perbarui angkanya setiap bulan atau saat pola penjualan berubah, dan hitung per SKU agar tidak ada produk yang kehabisan saat permintaan naik.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama data penjualan yang ideal untuk menghitung stok minimum?
Empat minggu sudah cukup untuk produk yang permintaannya stabil. Untuk produk musiman atau yang baru diluncurkan, pakai data dua minggu terakhir dan naikkan cadangan pengaman sampai pola penjualannya lebih jelas.
Apakah stok minimum sama dengan stok pengaman?
Stok pengaman adalah bagian dari stok minimum. Stok minimum mencakup kebutuhan selama waktu tunggu ditambah stok pengaman, dan berfungsi sebagai titik pemicu pemesanan ulang.
Bagaimana jika supplier sering terlambat mengirim?
Tambahkan selisih keterlambatan rata-rata ke waktu tunggu, bukan ke cadangan. Dengan begitu perhitungan tetap mencerminkan kondisi nyata dan kamu bisa membandingkan supplier mana yang paling mengganggu jadwal restock.