Meja kerja pemilik usaha kecil dengan laptop, buku catatan perhitungan, dan kalkulator untuk menghitung biaya iklan

Cara Menghitung Biaya Iklan per Penjualan untuk Pemula

Biaya iklan per penjualan menunjukkan berapa rupiah yang kamu keluarkan untuk mendapatkan satu transaksi. Angka ini lebih berguna dibanding total belanja iklan karena langsung membandingkan pengeluaran dengan hasil yang masuk. Jika biaya iklan per penjualan masih di bawah margin produk, iklan layak dilanjutkan.

Apa Itu Biaya Iklan per Penjualan

Biaya iklan per penjualan (sering disebut cost per acquisition) adalah total belanja iklan dibagi jumlah pesanan yang masuk dari iklan tersebut. Hanya pesanan dari iklan yang dihitung, bukan seluruh pesanan toko. Pemisahan ini penting agar kamu tidak mengukur iklan dengan penjualan organik.

Contoh sederhana: kamu membelanjakan Rp300.000 untuk iklan selama seminggu dan mendapat 15 pesanan dari iklan. Biaya iklan per penjualan adalah Rp300.000 รท 15 = Rp20.000. Setiap transaksi dari iklan memakan biaya Rp20.000.

Angka ini belum menggambarkan untung atau rugi. Kamu masih perlu membandingkannya dengan margin per produk, yaitu harga jual dikurangi HPP dan biaya lain seperti kemasan dan ongkos kirim yang kamu tanggung.

Rumus Dasar dan Contoh Perhitungan

Ada dua cara memakai angka ini. Pertama, menghitung biaya iklan per penjualan untuk mengevaluasi kampanye yang sudah berjalan. Kedua, menentukan batas maksimal biaya iklan per penjualan sebelum mulai beriklan.

Menghitung hasil kampanye yang sudah berjalan

Biaya iklan per penjualan = Total belanja iklan / Jumlah pesanan dari iklan

Contoh:
Belanja iklan minggu ini : Rp450.000
Pesanan dari iklan       : 30
Biaya iklan per penjualan: Rp450.000 / 30 = Rp15.000

Menentukan batas maksimal sebelum beriklan

Hitung dulu margin kotor per produk. Kalau harga jual Rp120.000 dan HPP ditambah biaya kemasan Rp70.000, margin kotornya Rp50.000. Kamu bisa menetapkan batas biaya iklan per penjualan di bawah margin itu, misalnya paling tinggi Rp30.000, supaya masih ada sisa untuk biaya operasional dan laba.

Batas ini bukan patokan baku. Produk dengan margin tipis, seperti kebutuhan harian, butuh batas yang lebih ketat daripada produk dengan margin besar.

Membaca Angka Bersama Metrik Lain

Biaya iklan per penjualan yang rendah belum tentu berarti kampanye sehat. Bisa jadi pesanan yang masuk hanya sedikit, sehingga biaya per pesanan terlihat murah karena total belanja iklannya juga kecil. Sebaliknya, kampanye dengan biaya per penjualan agak tinggi bisa tetap menguntungkan jika volumenya besar dan margin produknya lebar.

Karena itu, lihat juga rasio belanja iklan terhadap penjualan (sering disebut ROAS). Kalau belanja iklan Rp450.000 menghasilkan penjualan Rp2.250.000, rasionya 5 kali. Gabungkan angka ini dengan biaya iklan per penjualan agar gambaran kampanye lebih utuh.

Untuk memastikan laba bersih setelah iklan benar-benar positif, kamu perlu memasukkan semua biaya ke dalam perhitungan. Langkah lengkapnya ada di panduan cara menghitung laba bersih jualan online untuk UMKM.

Langkah Praktis untuk Pemula

Mulai dari data yang kecil dan konsisten. Berikut urutan yang bisa kamu ikuti.

  1. Catat belanja iklan per kampanye. Pisahkan biaya iklan, diskon, dan biaya lain supaya perhitungan tidak tercampur.
  2. Tandai pesanan yang berasal dari iklan. Gunakan laporan penjualan marketplace atau tautan pelacak jika berjualan lewat kanal sendiri.
  3. Hitung margin kotor per produk. Gunakan HPP yang sudah mencakup bahan, kemasan, dan biaya produksi.
  4. Tetapkan batas biaya iklan per penjualan. Sisakan ruang untuk biaya operasional dan laba.
  5. Evaluasi setiap minggu. Bandingkan biaya per penjualan antar kampanye, bukan hanya total belanja.
  6. Hentikan atau perbaiki kampanye yang mahal. Ganti foto, judul, atau target audiens sebelum menambah anggaran.

Pencatatan yang rapi membuat evaluasi lebih cepat. Prinsip memisahkan uang usaha dan pribadi juga berlaku untuk belanja iklan, seperti dijelaskan di artikel cara memisahkan uang usaha dan uang pribadi untuk pemula.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Kesalahan paling umum adalah menghitung seluruh pesanan toko sebagai hasil iklan. Akibatnya, biaya per penjualan terlihat lebih murah dari yang sebenarnya dan keputusan menambah anggaran jadi keliru.

Kesalahan lain adalah membandingkan biaya iklan per penjualan antarkategori produk yang berbeda. Produk aksesori dengan harga Rp30.000 dan produk furnitur dengan harga Rp1.500.000 punya struktur margin yang tidak sebanding. Bandingkan dalam kelompok produk yang mirip.

Jangan pula mengejar biaya per penjualan terendah tanpa melihat jumlah pesanan. Kampanye dengan biaya Rp5.000 per pesanan tetapi hanya menghasilkan tiga pesanan sebulan belum tentu lebih baik daripada kampanye dengan biaya Rp15.000 per pesanan yang menghasilkan tiga puluh pesanan.

Menjaga Biaya Iklan Tetap Terkendali

Setelah angka biaya iklan per penjualan stabil, perbaiki sisi yang paling berpengaruh. Jika biaya tinggi karena banyak orang mengklik tetapi sedikit yang membeli, masalahnya kemungkinan ada pada halaman produk dan teks penawaran. Pelajari cara meningkatkan konversi copywriting tanpa menambah trafik untuk memperbaiki judul, deskripsi, dan ajakan membeli.

Jika biaya tinggi karena iklan tidak sampai ke pembeli yang tepat, tinjau ulang kata kunci dan target audiens. Anggaran iklan sebaiknya tidak dinaikkan sebelum biaya per penjualan berada di bawah batas yang kamu tetapkan.

Untuk usaha yang mulai berkembang, biaya iklan bukan satu-satunya pengeluaran yang perlu dipantau. Biaya penyimpanan dan pengiriman juga bisa menggerus margin, dan pilihannya dibahas di sewa gudang vs titip barang untuk fulfillment UMKM.

Ringkasan

Biaya iklan per penjualan dihitung dengan membagi total belanja iklan dengan jumlah pesanan yang benar-benar berasal dari iklan. Bandingkan angka itu dengan margin kotor produk, tetapkan batas maksimal sebelum mulai beriklan, dan evaluasi setiap minggu. Jika kamu juga mulai menanamkan kelebihan kas, pahami dulu cara menentukan harga wajar saham untuk pemula agar keputusan investasi tidak sekadar ikut tren.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah biaya iklan per penjualan sama dengan biaya per klik?

Tidak. Biaya per klik menghitung pengeluaran setiap kali orang mengklik iklan. Biaya iklan per penjualan menghitung pengeluaran untuk setiap pesanan yang masuk. Satu pesanan bisa berasal dari beberapa klik jika pembeli menunda pembelian.

Berapa batas biaya iklan per penjualan yang aman?

Tidak ada angka tunggal yang berlaku untuk semua produk. Batasnya bergantung pada margin kotor. Sebagai patokan awal, jaga biaya iklan per penjualan di bawah margin kotor agar masih tersisa uang untuk biaya operasional dan laba.

Bagaimana kalau pesanan dari iklan sulit dilacak?

Gunakan laporan dari platform iklan dan bandingkan dengan data penjualan pada periode yang sama. Jika tetap sulit, jalankan kampanye terpisah dengan nama yang jelas dan periode pendek agar pengaruhnya lebih mudah dibaca.

You may also like...