Pemilik warung mencatat biaya bahan untuk menghitung HPP menu kuliner

Cara Menghitung HPP untuk UMKM Kuliner agar Harga Jual Tidak Salah

Cara menghitung HPP untuk UMKM kuliner adalah menjumlahkan seluruh biaya yang benar-benar habis untuk menghasilkan satu porsi, lalu menambahkan porsi biaya operasional yang menjadi beban tiap porsi. Jika angka ini salah, harga jual bisa tampak menguntungkan di kas harian, tetapi sebenarnya habis untuk mengganti bahan. Hitungan HPP membantu Anda memisahkan uang yang kembali ke modal dari yang menjadi keuntungan.

Warung nasi, katering rumahan, hingga kedai kopi kecil sering menetapkan harga berdasarkan harga pesaing. Padahal biaya bahan, ukuran porsi, dan biaya tetap setiap usaha berbeda.

Kenapa HPP Sering Dihitung Asal-asalan

Pemilik usaha kuliner sibuk di dapur, melayani pembeli, dan mengurus pesanan. Saat menghitung biaya, yang diingat hanya bahan utama seperti beras, ayam, atau daging. Bumbu, gas, kemasan, dan listrik jarang dihitung karena jumlahnya kecil per transaksi.

Dalam sebulan, biaya-biaya kecil itu menumpuk. Bumbu dapur bisa menghabiskan ratusan ribu rupiah, gas elpiji beberapa tabung, dan kemasan take away terus dibeli ulang. Kalau tidak pernah masuk hitungan, Anda bisa merasa untung padahal modal belum kembali.

Masalah lain adalah porsi yang tidak konsisten. Satu porsi nasi ayam bisa memakai 120 gram ayam di hari ramai dan 150 gram di hari sepi. HPP menjadi tidak akurat karena biaya bahan per porsi berubah tanpa disadari.

Komponen yang Masuk dalam HPP

HPP kuliner terdiri dari dua kelompok biaya. Kelompok pertama adalah biaya bahan dan kemasan yang berubah sesuai jumlah porsi. Kelompok kedua adalah biaya operasional yang harus dialokasikan ke setiap porsi meskipun jumlahnya tetap setiap bulan.

Biaya bahan langsung

  • Bahan utama: beras, ayam, daging, ikan, telur, sayur, dan tepung.
  • Bumbu dan bahan pelengkap: bawang, cabai, kecap, saus, minyak, dan rempah.
  • Bahan minuman: kopi, teh, susu, gula, dan sirup.
  • Kemasan: kotak makan, kantong plastik, sendok, tisu, dan label.

Biaya operasional

  • Gas, listrik, dan air untuk produksi.
  • Gaji karyawan dapur dan pelayan.
  • Sewa tempat atau biaya sewa lapak.
  • Penyusutan peralatan seperti kompor, kulkas, dan mesin penggiling.
  • Biaya promosi, termasuk iklan berbayar dan cetak menu.

Biaya operasional tidak bisa dibebankan seluruhnya ke satu porsi. Cara paling sederhana adalah membaginya dengan perkiraan jumlah porsi yang terjual dalam satu bulan.

Rumus Dasar Menghitung HPP per Porsi

Mulai dari satu menu yang paling sering dijual. Catat semua bahan yang dipakai untuk membuat satu resep besar, lalu bagi dengan jumlah porsi yang dihasilkan.

HPP per porsi = (total biaya bahan satu resep / jumlah porsi) + alokasi biaya operasional per porsi

alokasi biaya operasional per porsi = total biaya operasional bulanan / perkiraan porsi terjual per bulan

Contoh sederhana untuk satu resep ayam geprek yang menghasilkan 20 porsi:

Komponen Biaya satu resep
Ayam dan bumbu Rp180.000
Minyak, gas, dan bumbu tambahan Rp45.000
Nasi dan sayur pelengkap Rp60.000
Kemasan Rp30.000
Total Rp315.000

Biaya bahan per porsi menjadi Rp315.000 dibagi 20, yaitu Rp15.750. Jika biaya operasional bulanan Rp3.000.000 dan Anda menjual sekitar 1.500 porsi per bulan, alokasi per porsi sekitar Rp2.000. HPP satu porsi ayam geprek menjadi sekitar Rp17.750.

Menetapkan Harga Jual dari HPP

Harga jual ditentukan oleh target margin, bukan sekadar pembulatan angka. Margin kotor adalah selisih harga jual dengan HPP, dibagi harga jual.

margin kotor = (harga jual - HPP) / harga jual x 100%

Dengan HPP Rp17.750, harga jual Rp25.000 memberi margin kotor sekitar 29 persen. Harga jual Rp28.000 memberi margin sekitar 36 persen. Angka ini belum dipotong pajak, komisi platform pesan antar, atau diskon promosi.

Komisi aplikasi pesan antar biasanya dipotong dari harga jual. Jika komisi 20 persen, harga Rp25.000 menyisakan Rp20.000 sebelum HPP. Marginnya menipis menjadi sekitar 11 persen. Karena itu, banyak pedagang menaikkan harga khusus untuk pesanan lewat aplikasi.

Menghitung harga jual untuk pesanan online

Pisahkan perhitungan harga di tempat dan harga di aplikasi. Untuk pesanan online, masukkan komisi platform, biaya kemasan lebih tebal, dan potensi biaya iklan per pesanan. Semua itu menambah HPP efektif.

harga jual online = (HPP + biaya tambahan online) / (1 - margin yang diinginkan - persentase komisi)

Kesalahan yang Sering Terjadi Setelah HPP Dihitung

HPP yang sudah rapi tetap bisa tidak berguna kalau tidak diperbarui. Harga bahan berubah, ukuran kemasan berubah, dan porsi bisa membesar tanpa kontrol.

  • Menghitung HPP sekali lalu dipakai bertahun-tahun tanpa penyesuaian.
  • Mengabaikan kenaikan harga bahan saat pasar bergejolak.
  • Memberi diskon di bawah HPP dengan alasan menarik pelanggan baru.
  • Tidak mencatat sisa bahan yang terbuang atau rusak.
  • Mencampur uang pribadi dan uang usaha sehingga modal tidak terlihat.

Perbarui HPP setiap kali harga bahan utama naik, atau minimal sekali sebulan. Catat pembelian bahan selama seminggu untuk mendapatkan gambaran biaya yang realistis.

Mencatat Biaya Harian Tanpa Ribet

Anda tidak perlu perangkat lunak mahal. Buku kas sederhana atau aplikasi spreadsheet sudah cukup. Pisahkan kolom untuk pembelian bahan, biaya operasional, penjualan, dan pengeluaran pribadi.

Simpan struk atau catat nominal belanja harian di ponsel saat masih di pasar. Data yang dikumpulkan sambil berjalan lebih akurat daripada mengingat-ingat pengeluaran seminggu kemudian.

HPP bukan angka mati. Nilainya bergerak mengikuti harga bahan dan cara Anda berjualan.

Setelah HPP diketahui, keputusan soal diskon, penambahan menu, atau kenaikan harga bisa diambil dengan dasar angka, bukan perasaan. Untuk keputusan yang menyangkut pinjaman modal atau pajak usaha, konsultasikan dengan konsultan keuangan atau konsultan pajak agar tidak salah langkah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah gaji pemilik usaha masuk ke dalam HPP?

Gaji pemilik sebaiknya dihitung sebagai biaya operasional jika usaha sudah berjalan stabil. Jika belum, banyak pemilik memilih tidak mengambil gaji terlebih dahulu, tetapi tetap perlu tahu berapa nilai waktu yang dicurahkan agar usaha tidak terlihat untung semu.

Berapa margin kotor yang wajar untuk usaha kuliner?

Tidak ada angka tunggal yang berlaku untuk semua jenis usaha. Warung makan dengan perputaran cepat biasanya memakai margin lebih tipis dibanding katering atau kue pesanan. Yang penting, margin yang dipilih masih menutup biaya operasional dan menyisakan keuntungan setelah semua potongan.

Bagaimana menghitung HPP kalau menu berubah setiap hari?

Buat HPP per kelompok menu, misalnya menu ayam, menu ikan, dan menu sayur. Hitung rata-rata biaya bahan untuk setiap kelompok, lalu alokasikan biaya operasional per porsi. Cara ini lebih praktis daripada menghitung satu per satu setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *